eco-friendly-house

5 Prinsip Desain Interior Eco Friendly Hemat Budget

Desain interior eco friendly untuk budget terbatas

Seiring meningkatnya suhu bumi, desain interior rumah dengan konsep ramah lingkungan atau desain interior eco friendly saat ini menjadi tren di dunia. Gaya hidup eco friendly sendiri sudah menjadi kebutuhan karena diyakini bisa meningkatkan kualitas hidup, terutama untuk masyarakat urban. Dengan menerapkan desain interior yang ramah lingkungan, kamu bisa turut mencegah paparan polusi yang kian meningkat. Selain itu, hal ini merupakan pilihan utama aktualisasi kepedulianmu terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

Mendesain interior rumah dengan mengusung konsep eco friendly akan menciptakan hunian yang nyaman. Namun terkadang, banyak yang beranggapan bahwa untuk menciptakan interior yang ramah lingkungan akan membutuhkan banyak biaya. Padahal tidak selamanya seperti itu. Yuk, simak 5 prinsip desain interior eco friendly dengan budget yang terbatas berikut ini.

1. Gunakan Jendela Lebar untuk Mempermudah Masuknya Sinar Matahari

jendela-lebar
Source: Google

Prinsip pertama untuk desain interior ramah lingkungan adalah memaksimalkan pencahayaan dari sinar matahari. Penggunaan jendela yang lebar sangat dianjurkan pada rumah yang mengusung konsep eco friendly. Jadi, kamu dapat membeli jendela biasa dengan harga tidak terlalu mahal yang dilengkapi dengan tirai. Fungsi dari tirai ini dapat menghalau sinar matahari jika sudah terlalu panas. Sebagai tips, arahkan jendela ke arah selatan untuk mendapatkan sinar matahari pagi yang optimal. Penggunaan sinar matahari sebagai penerangan dibanding lampu pada pagi hari dapat menyehatkan badan dan mengurangi beban listrik.

2. Manfaatkan Perabotan Hasil Daur Ulang

kursi-daur-ulang
Source: Google

Berbagai macam perabotan hasil daur ulang harganya tentu akan lebih murah bila dibandingkan dengan perabotan baru buatan dari pabrik. Disamping itu, kualitas perabotan daur ulang juga bagus sehingga tidak kalah dengan perabotan lainnya. Selain menghemat budget, pemanfaatan produk daur ulang juga dapat membantu mengurangi limbah. Perabotan daur ulang sangat cocok diterapkan untuk menciptakan desain interior yang ramah lingkungan.

3. Pilih Produk Rendah VOC

produk-voc
Source: Google

Volatile Organic Compounds atau VOC adalah material yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak baik untuk kesehatan. Adapun bahan yang mengandung VOC dapat ditemukan pada perabotan, cat rumah, tirai, karpet, dan lain-lain. Anggaran terbesar yang harus dialokasikan adalah untuk membeli material atau barang-barang yang rendah VOC atau bahkan tidak mengandung VOC sama sekali. Untuk flooring pada desain interior yang ramah lingkungan, kamu bisa menggunakan bahan batu-batuan seperti marbel untuk memberikan sensasi alami dan eco friendly. Selain mudah untuk dibersihkan marbel sendiri memiliki bahan yang cukup kuat untuk dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa membutuhkan perhatian khusus. Marbel juga dapat menambah kealamian suasana rumahmu.

4. Tempatkan Tanaman Hijau sebagai Hiasan Interior Eco Friendly

tanaman-hijau
Source: Google

Ketika kamu menerapkan konsep eco friendly, maka kamu disarankan untuk membuat kondisi ruangan yang ada di dalam rumah dipenuhi dengan udara yang sejuk. Selain dapat memanfaatkan penggunaan jendela yang lebar, kamu juga dianjurkan untuk meletakkan beberapa tanaman hijau di dalam rumah. Tidak ada yang lebih baik daripada menempatkan tanaman hijau di rumah. Sebab, tanaman hijau dapat membantu untuk menyaring udara yang kotor serta membuat suasana rumah menjadi lebih segar dan nyaman. Dengan adanya tanaman juga akan membantu untuk menghilangkan semua kandungan negatif seperti karbondioksida yang berasal dari lampu atau senyawa organik volatil sebagai kandungan kimia dari cat dinding.

Pilihlah tanaman yang cocok untuk rumahmu. Ukuran dapat menyesuaikan ruang yang akan ditempati, tetapi jangan lupa untuk memilih tanaman yang mudah dirawat. Contoh tanaman yang cocok untuk interior adalah tanaman lidah mertua. Selain mudah dirawat, tanaman ini juga dapat mengurangi polusi udara dan dapat memberikan kesan segar dalam rumah. Kamu juga dapat menggunakan tanaman lidah buaya. Selain untuk obat-obatan, lidah buaya dapat menyerap polusi dan menetralisir racun dan bahan kimia.

Baca juga: 10 Tanaman Hias Indoor Ini Akan Percantik Ruanganmu

5. Gunakan Energy Efficient Lighting

energy-efficient-lighting
Source: Google

Selain poin-poin di atas, untuk menciptakan desain interior eco friendly, maka kamu bisa menggunakan lampu dengan karakteristik energy-saving LED atau LED yang hemat energi. Jenis lampu seperti ini dapat memberikan fungsi penerangan yang tidak terlalu panas. Dengan demikian, tidak berpotensi untuk meningkatkan karbondioksida di dalam ruangan rumah. Harga lampu LED memang lebih mahal, tetapi jauh lebih awet daripada lampu biasa sehingga lebih efisien. Jadi, ketika kamu sedang mencari bohlam lampu, pastikan terdapat label “energy efficient” pada bungkusnya. .

Itulah 5 prinsip desain interior eco friendly yang hemat budget. Ternyata memiliki rumah yang ramah lingkungan bukan berarti harus mahal kan? Nah, sudah waktunya untuk meminimalisir kerusakan alam dengan memiliki rumah yang ramah lingkungan. Dengan begitu, kamu akan berkontribusi dalam melestarikan bumi. Kalau kamu mengaku sayang bumi, ayo terapkan prinsip-prinsipnya!

1 thought on “5 Prinsip Desain Interior Eco Friendly Hemat Budget”

  1. Pingback: Membuat Hiasan Dinding dari Seni Makrame Ternyata Mudah | Seminimal

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *